Minggu, 11 Maret 2012

That's Okay, Guys! (Part 3: Gue Sayang Lo, Ca! Pake Banget!)

Hari pertama di Malang. Caca asik menghirup udara segar di villa mereka. Villa mereka terdiri dari beberapa rumah kecil, dan dia bareng Amel dan STANZA satu rumah.

'Jadi inget waktu outbound di bandung sama Kka' pikirnya. Dia masih menghirup udara tersebut. Masuk melalui hidung dan keluar dari mulut. Terlihat Cakka sedang asik dengan bola basketnya di luar sana. Hari ini free day, bebas kemana saja. Tapi nanti malam akan ada jurit malam.

Cewek itu memasuki kamar kakaknya, dan melihat cowok itu dengan stanza lain masih tidur pulas. Dia langsung keluar dan minta toa. Tibatiba........

"WOOOYYY!!!! ADA TAYLOR SWIFT DI LOOOAAAARRRR!!!!!" Jeritnya dengan toa tersebut. Alhasil? STANZA meloncat!

"Mana2?" Sahut Eldwin. Raiga mengucek-ucek matanya. Rohan menguap. Sion menggaruk-garuk kepalanya. Dayat celingukan.
"Dihatimu! Udah pagi! Mandi sono!" Gertak Caca kayak mandor. STANZA langsung ambil handuk dan mandi jamaah (?).


"Meeelll!!! Cepetan! Gua mau mandi!" Sion menggedor-gedor pintu kamar mandi. Amel, yang di dalam, hanya diam.
"DIEM!" sahutnya. E buset! Ama pacar sendiri galak, Caca kaget. Dia menatap ngeri adiknya yang keluar kamar mandi sambil mendelik ke arah cowok itu. Sion dan Raiga masuk.

"Jan galak ama cowok lu, Mel!" Ujar Caca.
"Nah? Udh tau aku masih ganti baju udah digedor-gedor! Sebel!" Amel berkata sadis. 'Serah elo dek' pikir Caca pasrah.
***

"Adek lo udah ngikutin galak elo ye" komentar Sion saat sarapan.
"Ya elonya yang nyebelin! Gimana amel gak kesel? Udah tau masih ganti baju udah lo gedor2 kayak abis dikejer hantu!" Caca manyun.
"Tau Kak Sion! Sebel!" Amel manyun. Sion langsung mencubit kedua pipi cewek itu gemas. Membuat dia meronta-ronta. "Sakiiittt!!!". Caca hanya tertawa menatap mereka sambil mengaduk minumnya.


"Taman?" ajak Rohan kepada Caca. Yang disambut dengan anggukan dan senyuman cewek itu. Mereka ke taman Villa.

"Dingin. Gue jadi inget waktu dulu waktu outbound sama Kka. Pernah ke sini..kejar2an" Caca merengkuh dirinya sendiri dengan jaketnya. Masih jam 6 pagi.
"Dayat bilang, lupain aja semua masalah trus coba lo senyum dan nikmatin hidup" celetuk Rohan sambil menatap taman yang luas itu. Pikiran Caca melalang buana, di mana dia Cakka Obiet dan Shilla pernah main petak umpet di sebuah kebun teh, dan juga dirinya sendiri yang kaget melihat ulat sampai bersembunyi di belakang Cakka saking takutnya.
"Entah untuk yang ini gak bisa gue lupain, Han. Tapi lo make me feel better. Bukan kenapa-napa, gue jadi bisa mencoba seneng lagi" senyum Caca, sambil menatap mata Rohan di balik kacamata 'anak gaul'-nya.
"Hahaha. Thanks for that!" Rohan tersenyum. 'Kalo Cakka layaknya hantu yang terus2an gentayangin elo, gue rela untuk musnahin hantu itu'.
"Eh Rohan..." Panggil Caca dalam keheningan.
"Yaps?" Rohan menoleh.
"Lo suka siapa sih?" Tanya Caca. "Perasaan lo blom pernah curhat sama gue. Kata Day lo naksir anak sekolah kita".

'Lo nanya itu, Ca?! Lo gak sadar gue sayang banget sama elo? Aduh Ca plis gue gak bisa kasih tau elo di saat keadaan kayak gini!' pikiran Rohan berkecamuk. Apa yang harus dia bilang ke Caca? Jujur? Rohan antipati dengan jujur untuk menyatakan perasaan kalau cewek yang disuka terlihat tidak menaruh hati juga kepadanya.

"Eeenngg..gak ada kok" Rohan menggigit bibirnya, grogi. Caca hanya tersenyum jail, menunggu cowok itu menjawab.
"Shilla? Ify? Febby? Atau Gue? Ha...".
"Elo...". Caca berhenti tertawa, dan sekarang terkesiap mendengar pernyataan Rohan. Ntah dia harus mengambang di awan atau marah. Mengambang karena sepertinya dia juga menyukai Rohan, marah karena dia belum mau hatinya diisi siapapun sampai dia benar-benar melupakan Cakka.
"Are you sure, my bro?" Senyum Caca tipis. 'Sorry Ca...aduuhh' pikir Rohan, dan mengangguk seperti bersalah.
"Sorry, Ca. Gue tau, elo masih berusaha lupain Cakka. Gue ngerti. Gimana kalo kita sahabatan kayak dulu? Want it?" Rohan mengulurkan tangannya. Caca menatapnya dan terpaku di tempat. Dia merasa deja vu, bukan deja vu. Tapi dia pernah mengatakan hal yang sama kepada Cakka dulu.
"Iya. Kita sahabatan aja...dan gue gak bakal ngomongin Cakka lagi di depan lo, Han. I swear" Caca membentuk huruf V di tangannya.
***

"Rohan ama si Cuek mana?" Tanya Eldwin di depan Villa. Eldwin memang memberi julukan Si Cuek ke Caca, karena cewek itu benar-benar cuek.

"Di seneeeee!!!!!" Caca berteriak di depan pintu rumah villa mereka dan ngos-ngosan. Cewek itu lomba lari dengan Rohan dari taman Villa sampai rumah Villa mereka.
"Nah ini dia! Kemana aja lo berdua? Nih minum!" Eldwin melempar 2 botol aqua kepada Rohan dan Caca yang ngos-ngosan. "Pacaran ye?".
"Wah kak, jangan bilang pacaran. Si kacamata kece ngefly tuh wkwkwk" Caca tertawa. Rohan hanya menyenggol bahu Caca.
"Apa lagi nih! Tau deh tau deh yang seneng CacaLopers tambah satu hiyahahaha".
"Namanya gak alay! Emang elo! RohanLopersChayankRohanClaloeh!" Balas Caca. Rohan hanya manyun.

"Apaan sih berisik! Gak liat noh Sion ama Amel ngapain?" Dayat nongol dari taman belakang. Caca, Rohan, Eldwin, dan Raiga nyerbu taman Villa belakang. Melihat momen Sion nyanyi sambil main gitar di depan Amel yang asik mendengarkan. Caca dan Rohan liat-liatan. Eldwin dan Raiga tersenyum jail. 5 menit kemudian.....

"Lucky I'm in love with my brooottthhheeerrr~" Sion melongo menatap ke 5 sahabatnya bernyanyi dan bermain gitar menggoda.

"Heeh! Gak terima recehan! Bubar bubar!" Sahut Sion. "Ini lagi adek gue sesat banget! Pulang sono pulang!"
***

"Eeehh..kaliaaann" Febby memanggil anak-anak STANZA di dekat taman belakang Villa. "Gue cariin taunya di sini! Itu..ada Garden Party. Lo semua isi acaranya ya? Butiran Debu, Galau, Hingga Akhir Waktu, sama Diam Tanpa Kata doang kok".
"Hem....okeoke. Sekarang nih?" Dayat setuju. Febby mengangguk dan menarik Dayat ke belakang panggung.
"Yee-_- kakak gue diculik aja sama si eneng..yuk cabut" Caca mengikuti Febby.

Di depan panggung sudah ada anak-anak STANZAnia Malang yang datang. Salah seorang crew RohaNatic menyodorkan selembar kertas karton dan spidol pada Caca, dan salah satu crew Sionners menyerahkan hal yang sama kepada Amel. Kakak beradik itu menerimanya dengan muka cengo dan bingung.
"Tulisin aja kata2 buat Rohan dan Sion!" Sahut mereka. Caca dan Amel mengangguk.


"Inilah dia....STANZAAAAA!!!!!!" seru Shilla selaku MC Garden Party SMA Merah Putih kali ini. STANZAnia menjerit kencang. Rohan grogi. 'Caca mana sih? Aduuuhh...' pikirnya. Gimana bisa liat? Wong Caca lagi bikin poster buat Rohan.

Aku terjatuh dan tak bisa bangkit lagi..., STANZA mulai. Rohan melihat penonton dengan cemas. Tiba-tiba......

"ROHAN MARTHIN SIMBOLOOONNN!!! SEMANGAT!!!! I LOVE YOU, ROHHHAAAAAANNN!!!" jerit seseorang. Cewek itu melambaikan karton yang bertulisakan: RohaNatic???? R O H A N! ♥

'Caca?' Rohan mengenali cewek itu sebagai sahabatnya sendiri. Kata2 pertama yang diteriakan Caca gak sebanding dengan 4 kata terakhir. Sion tersenyum ke arah adiknya.

"Kak Siooonn!!! Kyaaa!!!!! Aku di sini!!!!" Amel mengibarkan posternya sendiri. Sion tersenyum menatap cewek itu. 'Thanks dek' senyumnya.



"Ekhem ekhem! Test test! Yak! Kayaknya STANZA semangat banget nih eee haha" Shilla menggoda STANZA saat mereka selesai menyanyi 'Butiran Debu'.
"Apasih Shill" Sion manyun, dan melirik Amel yang masih menatap dirinya kagum.
"Hehe. Yaudah...STANZA duduk dulu deh! Oke! MC diganti oleh masternya! Caca hehe" Shilla memberikan mic ke Caca dan berbisik kalau habis ini giliran BLINK.

"Oke!!! BlinkStar mana suaranyaaaaa????" Jerit Caca semangat. Rohan yang melihat aksi cewek itu MC di atas panggung tersenyum.

"Sip! sekarang waktunya BLINK tampil nih!" Ujarnya. "Panggil BLINK yuk! B-L-I-N-K BLINK! Ini dia! BLINK dengan Sendiri Lagi!!!!" Caca berteriak dan turun dari panggung.


"Han..." Panggilnya pada Rohan. Rohan menoleh. "Lo keren!".
"Eh? Makasih, Ca hehe" cengir Rohan. Tiba-tiba, dia ditarik Caca ke belakang panggung.

"Han...gue mau jujur" Caca menunduk. Rohan hanya tersenyum.
"Apa?" senyumnya.
"Gue baru ngerti perasaan gue sekarang...kalo...." Caca gugup.
"Apaan sih, Ca?" Sahut Rohan sambil tetap tersenyum.
"Kalo...gue juga sayang sama lo....ngelebihin sahabat" tuturnya pelan tapi pasti.
"Lo serius? Gak..boong?" Tanya Rohan gak percaya.
"Aku...gak boong. Aku...bener2 sayang sama kamu, Han" serunya. "Aku rasa kamu cuman sahabat aku. Aku rasa semua perasaan masih ngestuck ke cakka, taunya gak".

Tibatiba saja, Rohan memeluk Caca lembut.
"What ever you say, where ever your heart are go, I'm still love you" bisiknya pelan. "I just want you feel warm, save, and love".
"I know that. Thanks, Han" Caca tersenyum.

Setelah selesai berkomitmen (?), mereka balik ke tempat STANZA. Anak-anak lain yang melihat hal itu bukan melihat muka mereka, tapi tangan Rohan yang menggenggam erat tangan Caca.
"Jadian???" Sahut Sion. Dayat melongo. Langsung saja Rohan melepas genggamannya.
"Gak...." Caca menahan malu. Pipinya langsung memerah mendengar perkataan Sion.
"Peje!" Raiga menyodorkan tangannya.
"Hehe iya gue jadian ama Caca" Rohan nyengir. Caca melongo menatap cowok di sebelahnya dan menggebuk bahunya pelan.

"Apasih Rohaaannn!!! Bongkar aja kan" Caca manyun.
"Hehee" si cowok nyengir tanpa dosa.

"Hah??? Kakak gue jadian? Peje!" Sahut Amel. Caca mengeluarkan 5 ribu dari dompet birunya.
"Mabu ja ya" sahutnya nyengir. Amel melotot dan manyun. Caca tertawa.
***

Setelah selesai berlibur di Malang, mereka sekolah seperti biasa. Di rumah, Caca menceritakan kalau dia baru saja 'jadian' dengan penyandang gelar 'Si Kacamata Kece Inceran Cewek Merah Putih' a.k.a Rohan kepada ibunya.
"Wah! Jadi anak Mama udah pacaran ya sekarang? Kalo putra kebanggaan mama gimana?" Bu Riska melihat ke arah Dayat yang mojok sambil main HP dengan muka ngenes atau tampang 'kenapa-gue-doang-yang-jomblo-di-keluarga-gue'.
"Zahraaa!!!!!" Dayat berteriak, membuat ke 2 adiknya tertawa tawa kecil.
"Ciyedeeeehhh!! Gak berani nembak cewek! Katanya STANZA!" Goda Caca.
"Eh Simbolon Junior! Mingkem lo!" Galak Dayat. Caca tertawa.
"Udah udah...." Bu Riska menenangkan ke3 anak-anaknya yang beranjak dewasa. "Tidur gih! Udah malem..besok sekolah kan?".
"Caca ama Amel sih maunya cepet cepet tidur...gue mau melek aje! Galau di kamar!" Dayat ngeloyor ke kamar dengan lemas.
"Hujan turuuunn..hujan turuuuunnn~" koor adik adiknya.
***

"Caa..bangun" sahut Bu Riska mendapati anak tengahnya tertidur pulas.
"Apa, Ma?" Caca mengucek-ucek matanya.
"Rohan udah nunggu di bawah jemput kamu sekolah tuh!" Ucap Bu Riska. Caca kaget dan meloncat. Langsung mengambil handuk dan ke kamar mandi.

Di bawah, Rohan dan Dayat lagi ngobrol asik. Amel dan Sion taunya udah pergi daritadi.
"Ini kok kayak resepsi pernikahan sih" Caca bengong menatap kakak dan pacarnya sedang asik ngobrol.
"Hehe. Cabut yuk, Ca!" Rohan menarik Caca.
"Se.....patu, bloon!" Caca menunjuk kakinya yang baru dibungkus kaus kaki, belum sepatu. Rohan hanya nyengir.

"Eh tante" sahut Rohan sambil menyium punggung tangan Bu Riska.
"Iya. Mau anter Caca ke sekolah?" Senyum Bu Riska.
"Iya. Boleh kan, tant?" Izin Rohan.
"Jangan ma! Sampe aku gebet Zahra!" Celetuk Dayat.
"Celeketep!" Sahut Caca. "Oke deh! Aku cabut bye, Mah!".
"Dah sayang..hati-hati ya" Bu Riska melambai ke arah mobil yang dikendarai Rohan.


Di sekolah, anak-anak kaget melihat seorang cewek yang familiar keluar dari mobil Rohan.
"Itu Caca kan? Anak XI-IPA-3 yang ketua cheers itu?" Sahut seorang cewek.
"Maigosh! Dia pacaran ama Rohan? Maigat maigat!!" Yang lain berseru kencang.

Seorang cowok melihat hal itu dengan lesu. 'Gue sayang lo, Ca! Pake banget! Kenapa lo milih Rohan dibanding gue?'.

Jumat, 09 Maret 2012

That's Okay, Guys! (Part 2: The Trip!)

Kamar itu sepi. Foto yang menempel di dinding mengingatkan pemiliknya dengan masa-masa kecilnya dulu. "Orang bisa berubah, tapi memori gak Ca! Lo tau? Kalo suatu saat gue berubah..inget aja memori2 waktu kita bareng dulu" suara Cakka mengambang dalam pikiran Caca. Tangannya langsung mengambil salah satu album.

"Emang. Ya dulu lo tuh gak nyebelin, Cak! Sekarang? Rasanya kalo ada bambu runcing boleh tuh gue tancepin ke elo" gumam Caca. Tapi, itu bocah rese nyimpen foto2 dulu gak ye? pikirnya.



"Kalo sayang, bilang. Kalo benci, fotonya dibuang dong" Dayat berdiri di depan pintu. Caca menoleh dan manyun.
"Yeee! Males ah sayang! Cuman kangen waktu dulu aja kak" ujarnya. Dayat mengelus lembut rambut adiknya itu.
"Kadang lo tuh nyebelin, tapi kadang nyenengin ye haha.." Cengir Dayat. Caca hanya tersenyum.
***

Hari ini anak SMA Merah Putih akan pergi study tour ke Malang. Baru saja sampai di sekolah, Caca melongo. Cewek2 kelas X sampai XI ngerubungin Cakka yang berdiri di palang dekat pos satpam. Mirip satpam beneran, pikir cewek itu dan berlalu.

Tapi Cakka melihat cewek itu dan kabur dari fans-nya.
"Tolong gue!" Sahutnya. Caca melongo menatap tangannya yg dipegang Cakka.
"Lepasin! Tolong apaan?" Ujarnya ketus dan galak. Fans2 Cakka langsung menatap Caca ganas, galak amat sama idola gue!
"Dulu lo kan sering atur barisan.......".
"Sorry ya, Cakka Kawekas Nuraga! Memori itu udah gue buang! Lo aja sendiri sono!" Caca berlalu.

"Need some help?" Iyel tersenyum saat Cakka sudah pasrah. Dan cowok itu mengangguk.



"Galak amat sih Ca ama Cakka" Rohan bergabung dengannya, sambil tertawa.
"Biar! Gue udah gak mau berhubungan ama dia! Help mulu.." Ketus Caca. Rohan tertawa-tawa.
"Eh ntar gue sebangku ama lo ya di bis?" Sahut Rohan.
"Ntar dipilihin tauk! Liat nanti ya!" Caca tersenyum dan memakai kacamata Rohan dan lari.
"Balikiiiinnn!!!!!" Rohan ngejar Caca. Seperti anak kecil, mereka berlari sekitar lapangan.

"Oh damn! Kakak kamu suka sama rohan ya?" Sion tersenyum menatap Amel.
"Dia bilang sih enggak~" ujar cewek itu anteng.

"Oke anak2! Sekarang ibu beri tau pasangan2 di bis.." Sahut Bu Winda, KepSek MP. "....Cakka Nuraga Obiet Panggrahito...." Obiet manyun dan ngedumel di belakang.
"Ganti nape bu!" Ujarnya kesal.
"Ashilla Zahrantiara Elisabeth Agatha Pricilla, Raja Sion Simbolon Amelia Sandra, Rohan Marthin Simbolon..." Semua anak melirik ke arah Caca yang masih duduk cuek di belakang.
"Syafira Angelina" Caca langsung tos dengan Rohan. "Alyssa Saufika Umari Mario Stevano Aditya Haling. Oik Cahya Ramdlani Ray Prasetya....".

"Gue jamin Obiet modar sebangku sama Cakka hahaha" tawa Caca meledak.
"Heh! Gue gak pengen tau sama dia! Sama lo Rohan ya..." Obiet memelas.
"Pen beudh? Wakaka" Rohan merespon. Caca hanya nyengir.

"Oke! Sekarang kalian ke bis!" Sahut Bu Winda. Caca langsung menarik Rohan ke bis II.
***

"Caca.." Sion menyembulkan kepalanya ke belakang. Caca asik tertidur di bahu Rohan. Rohan yang lagi baca buku mendongak melihat kakaknya nyengir. "Amel tidur nih..gimana?".
"Ihh! Lo gak liat kalo cewek satu ini pules di bahu gue! Senderin si amel aja kek" gerutu Rohan. Sion langsung duduk dan menatap Amel. Di sebelahnya, Dayat dan Eldwin tertidur. STANZA bangun plis, mohonnya.

Mereka memang sengaja pergi ke malang malam-malam, agar bisa sampai pagi di sana.

Rohan asik sendiri membaca buku dan sekali-kali melirik Caca. Gue tidur aja deh, pikirnya dan tidur.
***

"Hoaaaahhmmm!!!" Caca melek, dan melihat cowok yang tidur di sampingnya dengan senyum. "Bangun hei..".
"Eh? Udh sampe?" Rohan terbangun. Caca menunjuk palang "Selamat Datang di Kota Malang" di depan. Rohan langsung nyengir.

Sion masih tidur dengan kepala Amel di bahunya. Caca dan Rohan yang melihat hal itu senyam senyum sendiri.

"Ini gue restuin nih kalo jadian..." Cengir Rohan. Caca mengangguk. Di sebelahnya, Cakka melirik Caca. Entah dia mau balik kayak dulu, di mana Shilla masih menyayanginya dan Caca masih sering menyapanya.

"Lo mau kayak dulu? Gak bakal. Shilla sama Caca taunya elo yang nyebelin!" Sahut Obiet.
"Eh? Iya gue tau. Coba dulu gue gak gini...".
"Penyesalan selalu di akhir! Mending lo ubah sikap lo! Pasti mereka mau temenan sama lo!" Senyum Obiet. Caca yang menguping tersenyum. Obiet bener, lo berubah ya, Kka.
***